Sudah hampir dua pekan saya ingin menuliskan kegelisahan ini, tetapi astaghfirullah, penundaan-penundaan ini ternyata hanya urusan duniawi dan tak menghasilkan apapun kecuali kelelahan fisik.  Saat ini belitan kebutuhan dan keperluan sudah sangat berat menekan punggung ini. Harga yang terus merangkak, krisis ekonomi yang tak kunjung usai dan pemandangan politik di depan kita yang bikin “eneg”. Kerja sampingan tak dapat dilakukan, penghasilan tambahan tak kunjung berhasil… rasanya kepala ini sudah pusing tujuh keliling.

Mengeluhlah kepada Allah….. niscaya Allah akan mengabulkannya. Betul…. tapi kenapa doa kita tak terkabul-kabul?

Rasulullah SAW bersabda, ”Doa seorang hamba Allah tetap dikabulkan selama ia tidak berdoa untuk suatu perbuatan dosa atau memutuskan silaturahim atau tak terburu-buru segera dikabulkan.” Seorang sahabat bertanya, ”Wahai Rasulullah, apakah maksud terburu-buru?” Rasulullah menjawab, ”Ia mengatakan, ‘aku telah berdoa tapi aku tidak melihat doaku dikabulkan’, sehingga ia mengabaikan dan meninggalkan doanya itu.” (HR Muslim).

Lalu terapkanlah adab dalam berdoa….

“Yakni, pertama, engkau mengenali Allah, tetapi tidak menunaikan hak-Nya.
Kedua, engkau membaca kitab Allah, tetapi tidak mau mempraktikkan isinya.
Ketiga, engkau mengaku bermusuhan dengan iblis, tetapi mengikuti tuntunannya.
Keempat, engkau mengaku cinta Rasul, tetapi meninggalkan tingkah laku dan sunah beliau.
Kelima, engkau mengaku senang surga, tetapi tidak berbuat menuju kepadanya.
Keenam, engkau mengaku takut neraka, tetapi tidak mengakhiri perbuatan dosa.
Ketujuh, engkau mengakui kematian itu hak, tetapi tidak mempersiapkan diri untuk menghadapinya.
Kedelapan, engkau asyik meneliti aib-aib orang lain, tetapi melupakan aib-aib dirimu sendiri. Kesembilan, engkau makan rezeki Allah, tetapi tidak bersyukur pada-Nya.
Dan kesepuluh, engkau menguburkan orang-orang, tetapi tidak mengambil

Belum terkabul juga……????? Kebangetan…. Apa yang telah engkau lakukan sehingga doamu sulit terkabul? Janganlah berburuk sangka atas Allah…. Satu kunci lagi yang dapat diterapkan adalah hadirkan CEMAS dan HARAP dalam doa kita… Seperti apa cemas dan harap itu? Yakinlah bahwa Allah akan mengabulkan doa kita… cemaskanlah bahwa diri anda akan tergelincir dalam dosa dan harapkanlah Allah menjadi pelindung utamamu.

Dalam akhir doamu ucapkanlah setulus hati bahwa kau akan menerima takdir Allah apapun juga, yakinlah bahwa apapun yang Allah putuskan untuk kita pastilah yang terbaik serta hanya ridho Allah tujuanmu. Bukan kau yang memberi nafkah keluargamu, tetapi Allah-lah yang memeliharanya.

Ya Allah… ampunilah kesombonganku untuk mendesakku mengabulkan permintaanku ini… Jika kekurangan dan kesempitan ini baik bagiku… insya Allah aku dapat menjalaninya dengan lebih tenang. Hanya Engkau yang Maha Kuasa, Maha Mengabulkan doa… Janjimu lebih membahagiakanku…

Flu babi saat ini sedang menjadi primadona media masa. Pada dasarnya Flu babi dan Flu burung merupakan saudara satu tipe, yaitu virus influenza tipe A, hanya berbeda sub tipe saja. Kalau flu burung merupakan strain H5N1, sedangkan flu babi merupakan strain H1N1 (itu yang diketahui sampai sekarang lho….). Gak tau kalo nantinya ternyata flu babi ini telah menjadi strain baru.

“Setiap kali Allah menurunkan penyakit, pasti Allah menurunkan obatnya” (HR Bukhari & Muslim)

Lalu kenapa sampai ada yang meninggal, jika obatnya memang ada? Manusia pada dasarnya memiliki sifat serakah  dan sombong. Seolah-olah apa yang di miliki dan hasilkan di dunia ini sepenuhnya atas kemampuannya. Kesembuhan dan kematian seseorang (secara filosofi) bukan karena obat tersebut, tetapi lebih karena kemurahan Allah swt agar manusia tidak sombong.

Juga sebagai peringatan bahwa ilmu dunia yang kita kuasai tak lebih dari sebesar kotoran kuku kita dibanding tubuh kita. Manusia wajib berusaha dan Allah-lah yang akan menentukan hasil akhirnya.

Subhanallah… Ia menciptakan dunia dan seisinya dengan sangat teratur, semua serba berpasang-pasangan… termasuk janji-Nya bahwa pada setiap penyakit selalu ada obatnya. Ya Allah… karuniakan selalu kepada umat-Mu ini kerendahan hati dan ke-zhuhud-an agar kami selalu dapat mensyukuri karunia-Mu dan memuji kebesaran dan keagungan-Mu. Amin…

Perniagaan yang menguntungkan adalah perniagaan yang mampumenghasilkan keuntungan. Sesuai dengan prinsip ekonomi, “Modal sekecil-kecilnya dengan untung/harga jual setinggi-tingginya”. Seberapa tinggi keuntungan dapat diperoleh dari perusahaan-perusahaan di Indonesia ini, atau di seantero dunia ini? 10 x atau 20 x lipat? Perusahaan sekelas Microsoft-pun tak bakalan mencetak laba (dalam setiap transaksinya) lebih dari lima kali lipat modal yang dikeluarkannya.

Tahukah anda bahwa ada suatu perniagaan yang dapat dialakukan setiap orang dan mampu menghasilkan laba 10 kali sampai 700 kali dari modal yang dikeluarkan?

Dari Ibnu Abbas ra. dari Rasulullah saw., beliau bersabda menyampaikan apa yang diterimanya dari Allah Azza wa Jalla. Dia berfirman, “Sesungguhnya Allah mencatat semua amal kebaikan dan keburukan.” Kemudian Dia menjelaskan: Maka barangsiapa telah berniat untuk melakukan suatu kebaikan tetapi tidak melakukannya, maka Allah mencatatmua sebagai satu amal kebaikan. Jika ia berniat baik lalu ia melakukannya, maka Allah mencatatnya berupa sepuluh kebaikan sampai tujuh ratus kali lipat, bahkan masih dilipatgandakan lagi. Dan barangsiapa berniat amal keburukan namun tidak melakukannya, Allah akan mencatatnya sebagai satu amal kebaikan yang utuh, dan bila ia berniat dan melakukannya, maka Allah mencatatnya sebagai satu amal buruk.” (HR Bukhari & Muslim)

Bayangkan… ternyata berniaga dengan Allah swt sangat menguntungkan. Dengan modal hanya niat saja kita sudah akan mendapatkan satu kali lipat keuntungan. Bayangkan saja bila kita lakukan niat tersebut, sampai 700 x lipat keuntungan bakal peroleh, itupun jika Allah menghendaki akan dilipatgandakan lagi. Tak heran bila Ust. Yusuf Mansyur selalu mengembor2kan hebatnya bertransaksi dengan Allah. Apapun bentuknya… Bertransaksi dengan Allah dijamin tak akan merugikan…

Lalu mengapa banyak orang selalu berhitung pendek sebelum bertransaksi dengan Allah? Padahal Allah menjanjikan kebahagiaan dunia dan akhirat secara bersamaan…

Ya Allah… ampunilah kebodohan dan ketamakanku ini… bimbinglah aku selalu pada jalanmu dan jauhkanlah aku dari mencintai dunia ini secara berlebihan…

Pagi buta… saat seharusnya banyak muslimin yang berbondong2 ke Masjid untuk melaksanakan Shalat Subuh berjamaah… saat itulah tiba2 air bah menggulung warga “bawah” situ Gintung…

Ujian bagi umatNya yang selalu teguh menjalankan perintah, peringatan bagi yang saat itu lupa dan lebih memilih menarik selimut saat mendengar adzan, sekaligus adzab bagi pelaku2 maksiat di sepanjang aliran bancana. Mengapa Allah tidak memilih-milih dalam memberikan cobaan? Saat dunia ini sudah rusak… rasanya Allah ingin segera membalikkannya dan menumpahkan adzab, hanya saja Allah masih sayang, karena adanya satu atau dua umatNya yang masih memujiNya plus beberapa tangisan bayi dan anak-anak yang tak bersalah.

Saat adzab datang… maka tidak akan dipilihnya siapa korban yang akan diambilnya. Bagi yang memiliki amalan baik… sudah layaknya ia dipanggil menghadapNya agar tidak terlanjur terjerumus pada dosa, inilah kuasa Allah. Bagi yang beramal buruk… saatnya menua janji bahwa apa yang Allah sabdakan melalui Muhammad selalu akan terwujud dan mereka akan menemui takdirnya akibat apa yang mereka usahakan sendiri.

Setelah bencana itu berlalu, berduyun-duyun orang menyaksikan saksi bisu bekas bencana layaknya mengunjungi tempat wisata. “Wisata Bencana” kata teman saya… seharusnya orang merenungi kebodohannya, malah rame2 menyaksikan fenomena alam yang sangat jarang ini. Tak sedikit yang memilih berfoto ria dan menunjukkan pada sejawar mereka bahwa ia sudah menyaksikan langsung porak porandanya bendana tersebut.

Subhanallah walhamdulillah walaailaa haillallah wallahuakbar…

Ampunilah kami atas keteledoran, kealpaan dan kelemahan kami ini ya Allah…

Siang tadi saya melangkahkan kaki menuju masjid untuk sholat Jum’at. Seperti biasa sholat dua rakaat saat tiba di masjid memang tak pernah saya lewatkan. Rasanya sayang, lha wong ibadah ini murah, mudah, cepat sekaligus ngisi waktu luang.

Hanya saja setelah salam saya setengah terhenyak dan sadar, “sholat apa yang baru saja saya lakukan?” Tak ada semacam ‘penghayatan’ atau kekhusyukan sama sekali sampai akhir salam. Meskipun sholat ini bersifat sunat sebagai penghormatan kita atas masjid sebagai tempat ibadah, tapi Rasulullah selalu menganjurkan setiap umatnya untuk melakukannya.

“Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Jika salah seorang di antara kalian masuk masjid, maka janganlah duduk sebelum shalat dua rakaat.”

Tapi siang itu sungguh… saya sendiri sampai bingung, apa yang ada dalam pikiran saya koq bisa-bisanya sholat nggak ada ‘ruh’-nya sama sekali. Seperti mainan anak-anak yang hanya bisa berjalan sampai baterainya habis… tapi tak jelas ke mana arah dan tujuannya.

Ya Allah… ampunilah diri ini yang bodoh dan penuh kealpaan ini…

Mencoba posting, mencoba menulis, mencoba memilih, mencoba dewasa, mencoba membuat keputusan untuk diri sendiri, untuk anakku, untuk keluargaku, untuk agamaku dan untuk negaraku.

Aku bukanlah siapa-siapa yang patut untuk dipertanyakan apalagi diperhitungkan. “Wong cilik” seperti idiom yang selalu dipakai salah satu mantan presiden dalam setiap kemunculannya. Untuk itu janganlah mempertanyakan jatidiri hamba yang bingung dan bodoh ini.

Semoga Allah swt selalu melindungi aku dan keluargaku serta umat ini untuk selalu berada dalam koridor-Nya. Semoga Allah jauhkan bencana atas kaum yang sangat durhaka dan tak tahu diri ini. Amin… kabulkanlah doa kami yaaa… Allah.

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!